Selasa, 23 Oktober 2012

fish, amphibians, and reptile


FISH, AMPHIBIANS, AND REPTILES

Nearly all big animals are vertebrates, or backbone animals. They are a very succesfull group. Their body chemistry works fast. Many are very active. They have developed body shapes and limbs to move in water, on land, and in the air. They have the biggest brains an include the most intelligent animals. Fish, amphibians, and reptiles are “cold-blooded”. Bird and mammals maintain their own body temperature.
Vertebrates first evolved in the water. Later they colonized the land. Over hundreds of millions of years they have developed efficient boddies, brains, and method of reproduction, putting them in a position of dominance over all other life on the planet.
1.             Fish
They are two main groups of fish. The cartilaginous fish include the sharks and rays.  They have rough skins with scales like little sharp teeth. In many ways they seem to be “ old –fashioned” fish, and some have hardly changed for millions of years. But there still over 600 species, among them the biggest fish of all, the plankton-eating whale shark.
  
2.             Amphibians
Amphibians  include frogs, toads, newts, and salamanders.
They are mosthly land animals, but their lives are tied to the water. They lay their eggs in the water and these developed into tadpoles, which swim and have gills to breathe. Later the tadpoles developed legs, lose their gills, and developed lungs. At this stage, as tiny frogs or newts, they move to the land. Even then, they mostlyinhabit damp places, because their smooth, slimy skins are not waterproof. The advantage of these skins is that they ca be used for breathing, which means they are able to help out the simple lungs.  
3.             Reptile
Turtles, crocodiles, snakes, and lizards are all reptiles. Reptiles evolved from amphibians and in several ways are better at the job of living on land. Among other things their legs are generally longer and stronger, and their lungs are more efficient. But perhaps the two most important improvements reptiles have made are in their skins and in their skins and in their breeding. Reptile skins are dry, scaly, and quite waterproof. Reptiles do not need damp place. Many live in deserts. They do not need water to breed either. Unlike the soft amphibian egg thet has to developed in water, a reptile egg has a hard or leathery shell, and is laid on land. From this hatches out the young, which is a small replica of its parents. 
(encyclopedia of science-plants and animals)

puisi untuk sahabat

Puisi untuk Sahabat

23 mei 2012

 

Sahabat...

Dulu kita selalu bersama

Mengarungi indahnya perjalanan

Kadang kita tak sejalan hingga menimbulkan konflik

 

Namun...

Itu hanya sesaat

Karena terlarut dalam kebersamaan yang kita bina

 

Kini kita tlah jauh

Mengejar dan menggapai cita

Untuk menyongsong masa depan yang lebih baik

 

Teruntukmu sahabat

Aku tulis puisi ini dengan penaku

Aku kan selalu menantikanmu

Untuk berbagi cerita denganku

 

=joko=

lapisan ozon

LAPISAN OZON

sekitar tahun 1970, para ilmuwan mulai melihat terjadinya sesuatu yang aneh di atmosfer bumi. mereka heran melihat suatu "lubang" muncul setiap musim semi pada lapisan gas yang mengelilingi bumi. lapisan gas ini disebut lapisan ozon.

para ilmuwan itu melihat bahwa lapisan ozon tampaknya menjadi semakin tipis. masalah itu paling gawat terdapat di atas kutub selatan. disitu, mereka melihat lapisan ozon setiap musim semi menjadi lebih tipis. kini, lapisan ozon mulai mulai menjadi lebih tipis di atas Eropa, Asia, dan Amerika utara. walaupun "lubang-lubang" ini lebih kecil, namun membuat cukup khawatir para ilmuwan.

lubang-lubang yang berbahaya

lapisan ozon terletak di stratosfer, antara 16 dan 50 km di atas permukaan bumi. lapisan ini melindungi kita terhadap sebagian sinar ultraungu dari matahari. inilah sinar yang membuat kulit orang berkulit putih menjadi lebih gelap bila terkena cahaya matahari. namun, terlalu banyak sinar ultraungu dapat berakibat buruk bagi kita.

Obat Semprot yang Berbahaya

tak seorang pun tahu sebab-sebab menipisnya lapisan ozon. yang jelas, zat-zat kimia tertentu menyebabkan ozon rusak dan hilang. zat kimia ini digunakan dalam semprotan aerosol dan lemari es, dan untuk membuat kotak plastik serta produk-produk lain. banyak semprotan kaleng aerosol mengandung zat kimia yang disebut chloro-fluoro-carbon (CFC). dari kaleng semprot disemburkan obat seperti obat pengilap atau obat pengawabau

Senin, 22 Oktober 2012

puisi hari ini( 29 mei)

Pagi yang Cerah

29 mei 2012

 

Ku membuka mataku

Seperti biasa,

Setelah terbangun, aku menuju jendela kamarku

Ku menatap kebun hijau

Membentang disamping kamar kostku

 

                        Riuh suara burung berkicau

                        Gemericik air sungai mengalir

Terkadang terdengar suara katak bersau-sautan

Serasa tak ingin berpaling dari jendela itu

 

Banyak harapan yang ingin kucapai

Membuat diriku menghentakkan kaki

Mulai melangkah untuk meraih citaku

 

                        Tuhan,

                        Aku banyak berharap pada-Mu

                        Semoga hariku dapat berkah dari-Mu

                        Hari ini, esok, dan sepanjang hidupku

 

=joko=

Senin, 12 Desember 2011

SEPOTONG KATA MA’AF BUAT mantan kekasihku yang kini aku berharap bisa menjadi sahabat mu...

Sahabatku !
Masihkan kau berkenan kusapa Sahabatku ?
Sungguh aku sangat “menyesal”,
Apakah penyesalanku ini masih berguna bagi seorang “beby”?
(Aku sangat tahu jawabanmu, sahabat…)
(“Penyesalan tak ada gunanya, Nasi sudah jadi bubur !”)
Tapi, dihari ini aku ingin kau tetap tahu…
Aku sangat menyesal & penyesalan itu hanya dapat ku rasakan dalam hatiku sendiri,
Sungguh aku sangat menyesali, atas apa yang telah kulakukan padamu,
Aku sangat tahu sahabat,
Kau pasti kesal, marah, kecewa bahkan mulai benci padaku,
Aku sangat tahu sahabat,
Ada sepotong hati yang luka karena kelakuanku,
Sahabatku !
Masihkan kau mau mendengar suaraku Sahabat ?
Sudilah kau mema’afkanku,
Atas yang telah kulakukan padamu,
Ma’afkan kekhilafanku,
Sungguh aku mohon ma’afkan sahabat…

beby, Sahabatku !
Masihkan kau rasa aku seorang Sahabat bagimu ?
Aku tak ingin jika aku kehilangan sahabat sepertimu,
Aku tak mau jauh dari seorang sahabat sepertimu,
Aku tak rela hari-hari ini hampa karena marah yang ada di hatimu,
sahabatku,
Yang ku mau hanyalah kata ma’af darimu
(Meski aku sangat tahu)
(Mungkin aku memang tak pantas kau ma’afkan)
Tapi kuberharap dan mohon dengan sangat,
Sepotong kata Ma’af,…ma’af…. & ….ma’af darimu,
Sekali lagi aku hanya minta sepotong darimu,
Maa’afkan aku, Sahabatku beby…
(Semoga jika kau berkenan memberikan sepotong kata itu untukku, )
(Semoga kau akan tetap berkenan menaburkan tinta warna yang indah, )
(Bagi persahabatan kita, )
Aku tak pernah bosan menunggu,
Agar Kau, Aku, Kita selalu seindah pesona warna dalam hati,
Dalam hati sanubari “Persahabatan Kita”
(Puisi ini merupakan penyesalanku yang hanya bisa kuungkapkan lewat taburan tinta,
dan aku harap “MA’AF” darimu “beby” Sahabatku)

Minggu, 25 September 2011

ANALISA SWOT INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA



ANALISA SWOT INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA
Masih ingatkah bunyi butir sumpah pemuda mengatakan bahwa :
1.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
2.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
3.      Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Pasti didalam benak kita bertanya-tanya, kenapa pada kalimat akhir itu tidak tertulis “berbahasa satu bahasa Indonesia” seperti halnya dua kalimat yang sebelumnya. Perlu kita ketahui, kenapa para pemuda tidak menuliskan seperti itu, dikarenakan di Indonesia ini banyak ragam suku, budaya, maupun bahasanya. Jadi setiap suku memiliki bahasa sendiri-sendiri untuk sarana komunikasi, misalnya pada suku Jawa menggunakan bahasa Jawa,suku Sunda menggunakan bahasa Sunda. Jadi dengan pemilihan kata yang tepat yaitu menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia itu sebagai bahsa global nasional, tidak semua orang mengerti bahasa jawa, sunda ataupun yang lainnya, maka sebagai sarana komunikasi antar suku bisa digunakan bahasa Indonesia.
Kita patut berbangga karena kita memiliki bahasa sendiri untuk dijadikan bahasa nasional, apalagi bahasa Indonesia merupakan bahsa yang besar di Asia Tenggara, terbukti dengan lebih dari 220 juta jiwa menggunakan bahasa Indonesia. Tidak seperti negara lain yang lebih maju dari kita, misalnya Singapura. Singapura adalah salah satu negara maju yang tidak punya bahasa sendiri, “bahasa Singapura”, jarang terdengar karena memang tidak ada. Namun bahasa Indonesia, sering terdengar karena memang ada.
Bahasa Indonesia sudah direncanakan menjadi bahasa internasional. Rencana internasionalisasi bahsa Indonesia ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Dari hasil analisa SWOT internasionalisasi bahasa Indonesia mengatakan :
Ø   Strengths ( kekuatan )
Lebih dari 220 juta jiwa kini telah menggunakan bahasa Indonesia, yang merupakan angka terbesar di Asia Tenggara. Selain itu bahasa Indonesia sangat mudah dikuasai, tidak mengenal kala, konjugasi maupun jenis kelamin kata benda. Lafal bahasa Indonesia juga tidak sulit karena lebih tipis dan ringan. Sehingga orang asing yang akan belajar menggunakan bahasa Indonesia akan mudah mempelajarinya. Selain itu data lain yang memperkuat kedudukan bahasa Indonesia adalah berdirinya berbagai fakultas studi ketimuran (faculty of oriental studies), Kajian Asia Tenggara (South-east Asian Studies), dan pusat studi Indonesia (Indonesian Studies) di berbagai perguruan tinggi di luar negeri.
Ø   Weaknesses ( kelemahan )
Selain memiliki banyak kekuatan menuju bahasa internasional, langkah ini juga banyak memiliki kelemahan, karena dari sumber-sumber menyatakan kesulitan atau kelemahan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional adalah pada posisi dimana bahasa Indonesia terjepit dengan bahasa melayu, memang hampir mirip, namun seharusnya sudah bisa dibedakan antara bahasa Indonesia dengan bahasa Malaysia. Selain itu, kurangnya perhatian pemerintah terhadap langkah ini menjadi kelemahan yang utama.  Sehingga tebentuk proyek melindo, yang hal ini hanya akan menghamburkan uang rakyat hingga triliunan rupiah tanpa ada hasil yang bermanfaat.
Ø   Opportunities ( peluang )
Peluang bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa Internasional sudah terlihat pada semakin banyaknya Universitas di Luar negeri yang mengajarkan bahasa Indonesia. Hal ini akan membuat bahasa Indonesia mudah untuk memasuki proyek internasionalisasi.
Ø   Threats ( ancaman )
Di mata dunia internasional, bahasa Indonesia belum mempunyai nama, situasi ini di jelaskan Dr. Widiatmoko. Sekarang beredar di kalangan guru BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), banyak peserta BIPA yang digiring pergi ke Malaysia. Orang Australia misalnya, banyak yang membelanjakan uangnya untuk belajar bahasa Indonesia di Malaysia. Malaysia juga memberikan penghargaan bagi para pemenang lomba pidato bahasa Indonesia di luar negeri. Sungguh tidak dibenarkan anggapan bahwa bahasa Indonesia sama dengan bahasa Melayu. Sekadar untuk contoh, lihatlah kata seronok dalam film upin-ipin dari malaysia yang kini disuguhkan kepada anak-anak Indonesia. Kata ini digunakan di Malaysia dengan konotasi positif, sebaliknya di Indonesia memiliki makna konotasi negatif. Patut disayangkan kata seronok dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI III,halaman 1051) dengan makna positif.
Masih ingatkah bunyi butir sumpah pemuda mengatakan bahwa :
1.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
2.      Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
3.      Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Pasti didalam benak kita bertanya-tanya, kenapa pada kalimat akhir itu tidak tertulis “berbahasa satu bahasa Indonesia” seperti halnya dua kalimat yang sebelumnya. Perlu kita ketahui, kenapa para pemuda tidak menuliskan seperti itu, dikarenakan di Indonesia ini banyak ragam suku, budaya, maupun bahasanya. Jadi setiap suku memiliki bahasa sendiri-sendiri untuk sarana komunikasi, misalnya pada suku Jawa menggunakan bahasa Jawa,suku Sunda menggunakan bahasa Sunda. Jadi dengan pemilihan kata yang tepat yaitu menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia itu sebagai bahsa global nasional, tidak semua orang mengerti bahasa jawa, sunda ataupun yang lainnya, maka sebagai sarana komunikasi antar suku bisa digunakan bahasa Indonesia.
Kita patut berbangga karena kita memiliki bahasa sendiri untuk dijadikan bahasa nasional, apalagi bahasa Indonesia merupakan bahsa yang besar di Asia Tenggara, terbukti dengan lebih dari 220 juta jiwa menggunakan bahasa Indonesia. Tidak seperti negara lain yang lebih maju dari kita, misalnya Singapura. Singapura adalah salah satu negara maju yang tidak punya bahasa sendiri, “bahasa Singapura”, jarang terdengar karena memang tidak ada. Namun bahasa Indonesia, sering terdengar karena memang ada.
Bahasa Indonesia sudah direncanakan menjadi bahasa internasional. Rencana internasionalisasi bahsa Indonesia ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Dari hasil analisa SWOT internasionalisasi bahasa Indonesia mengatakan :
Ø   Strengths ( kekuatan )
Lebih dari 220 juta jiwa kini telah menggunakan bahasa Indonesia, yang merupakan angka terbesar di Asia Tenggara. Selain itu bahasa Indonesia sangat mudah dikuasai, tidak mengenal kala, konjugasi maupun jenis kelamin kata benda. Lafal bahasa Indonesia juga tidak sulit karena lebih tipis dan ringan. Sehingga orang asing yang akan belajar menggunakan bahasa Indonesia akan mudah mempelajarinya. Selain itu data lain yang memperkuat kedudukan bahasa Indonesia adalah berdirinya berbagai fakultas studi ketimuran (faculty of oriental studies), Kajian Asia Tenggara (South-east Asian Studies), dan pusat studi Indonesia (Indonesian Studies) di berbagai perguruan tinggi di luar negeri.
Ø   Weaknesses ( kelemahan )
Selain memiliki banyak kekuatan menuju bahasa internasional, langkah ini juga banyak memiliki kelemahan, karena dari sumber-sumber menyatakan kesulitan atau kelemahan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional adalah pada posisi dimana bahasa Indonesia terjepit dengan bahasa melayu, memang hampir mirip, namun seharusnya sudah bisa dibedakan antara bahasa Indonesia dengan bahasa Malaysia. Selain itu, kurangnya perhatian pemerintah terhadap langkah ini menjadi kelemahan yang utama.  Sehingga tebentuk proyek melindo, yang hal ini hanya akan menghamburkan uang rakyat hingga triliunan rupiah tanpa ada hasil yang bermanfaat.
Ø   Opportunities ( peluang )
Peluang bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa Internasional sudah terlihat pada semakin banyaknya Universitas di Luar negeri yang mengajarkan bahasa Indonesia. Hal ini akan membuat bahasa Indonesia mudah untuk memasuki proyek internasionalisasi.
Ø   Threats ( ancaman )
Di mata dunia internasional, bahasa Indonesia belum mempunyai nama, situasi ini di jelaskan Dr. Widiatmoko. Sekarang beredar di kalangan guru BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), banyak peserta BIPA yang digiring pergi ke Malaysia. Orang Australia misalnya, banyak yang membelanjakan uangnya untuk belajar bahasa Indonesia di Malaysia. Malaysia juga memberikan penghargaan bagi para pemenang lomba pidato bahasa Indonesia di luar negeri. Sungguh tidak dibenarkan anggapan bahwa bahasa Indonesia sama dengan bahasa Melayu. Sekadar untuk contoh, lihatlah kata seronok dalam film upin-ipin dari malaysia yang kini disuguhkan kepada anak-anak Indonesia. Kata ini digunakan di Malaysia dengan konotasi positif, sebaliknya di Indonesia memiliki makna konotasi negatif. Patut disayangkan kata seronok dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI III,halaman 1051) dengan makna positif.